Transisi Formasi 4-2-3-1 ke 4-4-1-1 Dalam Manchester Derby

By Bolatotal, Jumat, 20/09/2013 08:47
6tfdmdc.jpg

Pada pekan keempat liga Inggris minggu ini, kota Manchester akan kembali ‘panas’ karena akan berlangsung pertandingan bertajuk Manchester Derby yang ke 166 dengan catatan 69 kemenangan untuk United dan 46 untuk City, serta 50 pertandingan yang berakhir imbang (sumber : en.m.wikipedia.org). Banyak yang telah berubah dari pertemuan kedua tim ini sejak pertemuan pertama mereka tahun 1881 dan kala itu nama klub mereka adalah West Gorton (Man City) dan Newton Heath (Man United), hingga musim lalu (2012-2013) dimana Man United kembali merebut trofi liga Inggris dari tangan Man City.

Ya, Man City belakangan sejak diambil alih oleh Syeik Mansour bukanlah sebuah klub papan tengah lagi, mereka menjelma menjadi klub besar dan mengusik kedigdayaan United sebagai rival abadi. Bahkan Sir Alex Ferguson menyadari ancaman Man City dengan berkata ‘noisy neighborhood’ menyindir serta merujuk pada sejumlah pembelian pemain-pemain bintang dengan harga tinggi untuk memperkuat tim. Dan Hasilnya tidak sia-sia, Man United di depan pendukungnya sendiri, Old Trafford, dikalahkan dengan skor yang tercatat sebagai skor terbesar kekalahan United dikandang dalam sejarah pertandingan Manchester Derby yakni 6-1 (tanggal 23 Okober 2011). Namun United juga mempunyai kenangan indah dengan City yang mungkin dikenang banyak pecinta sepakbola, yaitu tendangan salto Rooney pada menit ke 78 di Old Trafford melawan City pada tanggal 12 februari 2011 dan gol penentu Michael Owen di menit tambahan 90+ yang memenangkan pertandingan pada tanggal 20 September 2009.

Perseteruan semakin sengit setelah pada tahun 2009, Tevez membuat keputusan kontroversial setelah memutuskan pindah dari Man United ke Man City. Keadaan dibuat parah setelah City menjadi juara liga Inggris pada tahun 2012, Tevez membuat tulisan ‘RIP Ferguson’, meskipun ia telah meminta maaf, namun tetap hal ini akan selalu menambah tensi pertandingan bertajuk Manchester Derby kedepannya. Selain Tevez, pemain-pemain yang bermain untuk kedua klub tersebut, yang terkenal adalah Peter Schmeichel, Owen Hargreaves, Andy Cole bahkan Sir Matt Busby dahulu pernah bermain untuk City namun justru memilih menjadi manajer Man United.    

Momen-momen tersebut merupakan sedikit contoh untuk menggambarkan betapa ditunggunya Manchester Derby ini, selalu menghadirkan drama tersendiri di dalam dan luar lapangan. Dan pada musim 2013-2014 ini, di edisi ke 166, fokus utama tertuju pada pertemuan dua pelatih baru dan taktik yang sama, preview Manchester Derby kali ini akan banyak membahas dari segi analisa taktik yang saya tulis berdasarkan taktik-taktik yang sudah diterapkan kedua tim musim ini.

#Part 1, Pengenalan formasi 4-2-3-1

Saya memulai artikel ini dengan pengenalan formasi 4-2-3-1 karena formasi inilah yang sering digunakan Man United dan City dalam 4 pertandingan awal mereka di liga Inggris. Taktik 4-2-3-1 (gambar 1) bukan taktik baru dalam dunia sepakbola tapi merupakan taktik yang mengindikasikan sepakbola modern dengan menempatkan dua gelandang jangkar ditengah untuk menguatkan lini tengah. Taktik ini juga banyak digunakan klub-klub yang berasal dari Perancis, Inggris, Jerman dan Spanyol dengan transisi permainan yang berbeda-beda selama pertandingan.

Gambar 1. Formasi dasar 4-2-3-1

Selain lini tengah yang menjadi pakem 4-2-3-1, kedua fullback juga dituntut untuk pintar membaca situasi, tahu kapan bergerak maju kedepan (overlap) untuk membantu serangan dan bertahan. Di lini depan, dengan pola satu penyerang yang diharapkan memiliki tipikal goal poacher, target man atau all around players yang bisa menempatkan diri pada posisi yang baik saat menyerang dan serangan balik, biasanya penyerang ini juga memiliki pergerakan tanpa bola yang baik. Dan tiga pemain dibelakangnya yang memiliki peran berbeda, diapit oleh dua sayap kanan dan kiri yang biasa diisi pemain bertipikal wide players or inverted winger. Seorang pemain dibelakang penyerang tunggal dapat dikategorikan sebagai penyerang kedua atau gelandang serang tergantung kepada pemain yang diturunkan.

Penempatan pemain dibelakang penyerang tunggal inilah yang membuat variasi taktik, apakah sebuah tim bermain dengan pola baku 4-2-3-1 dengan gelandang serang atau 4-2-3-1 yang berubah menjadi 4-4-1-1 apabila pemain dibelakang penyerang tersebut adalah penyerang lubang ataupun penyerang kedua. Man United dan Man City sama-sama menerapkan formasi ini. Dalam bagan formasi yang selalu ditampilkan dalam pertandingan, kedua tim menggunakan pola formasi sepakbola modern 4-2-3-1 yang menurut saya berubah menjadi 4-4-1-1, mengapa demikian? Jawaban pertanyaan ini akan saya jawab di bagian kedua dari artikel ini, berikut dengan penjabarannya.

#Part 2, Preview Manchester Derby

Pertandingan tanggal 22 nanti akan menjadi Manchester Derby pertama untuk David Moyes (Man United) dan Manuel Pellegrini (Man City) yang baru didatangkan masing-masing klub musim ini menggantikan Sir Alex Ferguson dan Roberto Mancini. Khusus untuk Moyes, mungkin derby ini bukan hal yang baru baginya karena sebelumnya saat menukangi Everton, selalu terlibat dalam derby Merseyside yang melibatkan perseteruan sengit dengan Liverpool. Hanya sekarang ia mengalaminya di kota berbeda juga dengan klub yang selalu ingin memenangkan semua gelar. Sedangkan Pellegrini yang sebelumnya menangani Malaga, ini kali pertamanya terlibat dalam derby antar kota di Inggris, hanya dia memiliki satu-satunya kelebihan yang tidak dimiliki Moyes, ketenangan sebagai pelatih dan pengalamannya di benua eropa, terutama di liga champion.

Benar saja, Manchester Derby kali ini akan berlangsung beberapa hari setelah kedua klub bermain di liga champion, rotasi sangatlah penting guna menjaga stamina dan kebugaran pemain agar tidak mudah letih dan cidera karena musim masih panjang. Kedua tim akan bertemu minggu nanti dengan kondisi terbaik mereka pasca memenangkan pertandingan di liga champion, Man United mengalahkan Bayern Leverkusen dengan skor 4-2 dan Man City yang mengalahkan Viktoria Plzen dengan skor meyakinkan, 3-0. Dan kekuatan mereka bertambah pasca pulihnya beberapa pemain dari cidera, sebut saja Kompany untuk City dan Rafael yang diprediksi akan pulih untuk derby nanti. Dari segi formasi yang akan digunakan pada pertandingan minggu nanti, kemungkinan kedua pelatih akan menggunakan formasi 4-2-3-1 yang bertransisi menjadi 4-4-1-1 dengan penempatan seorang penyerang kedua dibelakang penyerang utama.

Gambar 2. Prediksi Formasi beserta pemain dalam Manchester Derby edisi ke 166

Dimulai dari Man City, Pellegrini menerapkan penguasaan bola ala klub-klub Spanyol dan mengubah pertahanan menjadi man to man marking. Berikut ini adalah prakiraan pemain yang diturunkan dalam formasi 4-2-3-1 (gambar 2), disertai kemungkinan pola serangan yang akan dilakukan (referensi formasi dari football-lineups.com). Di gambar 2.1, Peranan sentral yang biasa dimainkan Silva, akan digantikan oleh Nasri yang akan bermain serta bergerak di kiri dan tengah lapangan guna mensuplai penyerang utama yang diisi Dzeko/Negredo, pergerakan Nasri akan dibantu ‘second striker’ yang diperankan oleh Aguero ataupun Jovetic.

Gambar 2.1. Formasi 4-2-3-1 yang bertransisi menjadi 4-4-1-1, dengan Navas permainan lebih menyerang di sisi kanan.

Diposisi sayap kanan, Navas menjadi pilihan utama Pellegrini jika ingin Man City lebih menyerang, namun jika ingin seimbang di sektor ini, Milner dapat dimainkan (gambar 2.2). Tanpa adanya Silva yang cidera (Silva masih cidera saat artikel ini dibuat, tanggal 18-9-2013), Toure menjadi ‘simple passer’ yang mengalirkan bola ke sayap ataupun kepada penyerang langsung bergantian dengan Fernandinho mengordinasikan posisi saat bertahan maupun menyerang. Javi Garcia bagaimanapun juga bisa menjadi pilihan jika ingin lebih bertahan. Serangan dari sayap kanan City akan lebih dominan dengan overlap yang dilakukan Zabaleta, sedangkan Clichy hanya akan maju untuk membantu atau mengisi posisi kosong yang ditinggalkan Nasri jika bergerak ketengah. Di pertahanan, Nastasic akan berdampingan dengan Kompany yang baru sembuh dari cidera didepan Joe Hart.

Gambar 2.2. Dengan adanya Milner dan Garcia, pertahanan City akan lebih terjaga dalam pola 4-4-1-1

Kemudian untuk Man United, David Moyes juga akan menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan prakiraan pemain sebagai berikut (gambar 2). Dengan kemungkinan pola serangan (gambar 2.3) yang banyak dimulai dari Carrick dengan peran ‘simple passer’ yang mengatur ritme permainan serta mengalirkan bola ke sayap kanan maupun kiri, ataupun ke tengah yang akan diberikan oleh pemain terbaik United di awal musim ini, Rooney. Sebagai pendamping Carrick, besar kemungkinan Moyes akan kembali menempatkan Fellaini yang bermain bagus melawan Leverkusen dengan menjadi benteng di lini tengah.

Gambar 2.3. Formasi 4-2-3-1 United yang bertransisi menjadi 4-4-1-1 dengan Rooney dan Kagawa bergerak dibelakang RVP.

RVP akan bergerak bebas di depan guna mencari posisi terbaik saat menyerang, juga memberikan ruang untuk Rooney untuk menusuk ke depan. Di posisi sayap kanan, Valencia akan menjadi pilihan utama Moyes karena disiplinnya saat bertahan maupun menyerang, dan di posisi sayap kiri, Moyes dapat menempatkan Kagawa yang tampil baik di liga champion ataupun Giggs yang tidak bermain saat melawan Leverkusen untuk membawa pengalaman serta menambah rekornya sebagai pemain yang paling banyak tampil di Manchester Derby, dengan 37 penampilan jika dimainkan nanti. Namun Moyes juga dapat memainkan Young atau Nani (gambar 2.4) untuk menambah  kombinasi serangan di sektor kiri dengan overlap yang dilakukan Evra. Untuk posisi bek kanan, Smalling menjadi opsi pertama disamping Rafael yang belum sepenuhnya fit ataupun Jones yang masih cidera. Vidic dan Ferdinand akan kembali berdampingan di lini pertahanan United didepan De Gea. Dan disaat bertahan, United ala Moyes mengedepankan zonal marking dengan pressing bola dari tengah lapangan seperti yang diterapkannya dahulu di Everton.

Gambar 2.4. Dengan adanya Young/Nani, serangan dari sayap akan lebih optimal dalam pola 4-4-1-1

Selain penjabaran kemungkinan formasi yang akan diterapkan di Manchester Derby nanti, saya juga akan sedikit membahas pemain-pemain yang dapat menjadi penentu nanti untuk kedua klub. Dari United, sosok Wayne Rooney menjadi pemain yang harus diwaspadai City, pemain ini sedang dalam performa terbaiknya sejak memutuskan bertahan di United. Selain itu ia juga masih tercatat sebagai salah satu pemain yang paling banyak mencetak gol di Manchester Derby dengan 10 gol selain Joe Hayes dan Francis Lee (sumber : en.m.wikipedia.org). Ia bisa menjadi penentu pertandingan karena peran penting yang diembannya, Rooney bergerak persis dibelakang penyerang utama dan memiliki visi yang baik untuk memberikan bola ke sisi kanan atau kiri ataupun menusuk dari lini kedua, kemampuan komplit yang dimilikinya mengingat sejatinya ia adalah seorang penyerang. ‘a beast of Old Trafford’ kata seorang fans United.

Namun Man City juga memiliki pemain yang menentukan seperti Toure dan Aguero, khusus nama terakhir, pemain ini sangat berbahaya dalam kotak penalti dan pandai menahan bola dengan kemampuan olah bolanya serta konsisten mencetak gol ke gawang United. Dan Toure dapat menjadi pemain yang menentukan dengan tendangan jarak jauhnya yang terukur saat tim mengalami kesulitan menyelesaikan peluang di kotak penalti lawan. Selain Toure dan Aguero, Man United juga harus mewaspadai pergerakan lincah sayap kanan City apabila Pellegrini menempatkan Navas. Pemain yang baru dibeli dari Sevilla ini, selain dapat memberikan umpan-umpan silang dan lambung yang terukur *a wide right player, ia juga sering melakukan tusukan langsung kedalam kotak penalti. Jovetic juga dapat dijadikan pemain yang diharapkan Pellegrini untuk membuat perbedaan, karena pemain ini dapat melakukan serangan yang mematikan dibelakang penyerang utama dengan kemampuan olah bola serta dengan insting penyerang yang dimilikinya. Dzeko, a Bosnian Butcher julukannya, juga berbahaya untuk lini pertahanan United jika tidak dapat menguncinya karena ia bertipikal goal poacher yang dapat menyelesaikan peluang kecil yang didapatnya.

Fellaini yang baru dibeli United dari Everton pada menit-menit terakhir bursa transfer juga bisa menjadi jawaban atas ‘bolong’ nya lini tengah United pasca ditinggal pemain sekaliber Roy Keane. Jika dimainkan pada pertandingan nanti, selain dapat menjadi enforcer di lini tengah, ia juga dapat menjadi senjata rahasia Man United dalam bola mati melalui keunggulan postur tubuhnnya. Selain dirinya, RVP juga bisa menjadi ancaman untuk Man City dengan konsistensi permainannya sebagai penyerang utama United dan Januzaj, banyak fans United berharap ia diberikan kesempatan lebih dengan potensi besar yang dimilikinya, jika Moyes memasukkan namanya nanti dalam Manchester Derby, ia bisa menjadi kejutan untuk City..

Dari banyaknya aspek yang bisa dibahas dalam Manchester Derby, saya memilih pembahasan dari segi taktik karena kedua tim sama-sama mengadopsi 4-2-3-1 yang bertransisi menjadi 4-4-1-1. Analisa taktik ini ditujukan untuk pecinta sepakbola agar bisa menebak-nebak pemain yang diturunkan juga sebagai gambaran bagaimana pertandingan Derby nanti.

Dan sebagai penutup saya akan memberikan satu tambahan, berupa pertanyaan ‘wasit derby nanti siapa ya?’ *well..guess who? yes, he is Howard Webb. Ya, Howard Webb telah ditunjuk FA sebagai wasit Manchester Derby edisi ke 166 nanti, lalu kenapa? Bagi penggemar liga Inggris pertanyaan ini tentu dapat terjawab dengan mudah, bukan lain karena sebelumnya Webb banyak membuat keputusan-keputusan kontroversial yang menguntungkan United era Ferguson. Menjadikan dirinya bahan bercandaan sebagai pemain ke dua belas United.

Namun masa lalu tetaplah masa lalu, masa kini dan masa depan semua dapat berubah, dengan Moyes sebagai pelatih baru United dan Pellegrini sebagai pelatih baru City, derby kali ini akan bernuansa ‘baru tapi lama’. Sebagaimana kesiapan kedua klub diutarakan oleh kedua pelatih tersebut, Pellegrini mengatakan kepada The Telegraph pasca kemenangan di liga champion “Kemenangan ini akan memberikan kepercayaan diri kepada para pemain jelang derby minggu nanti”. Dan Moyes yang berkata ‘Dengan kondisi pemain saat ini, kita akan sangat siap menghadapi Derby nanti’ kepada salah satu jurnalis The Independent. Akankah Man United meneruskan kedigdayaan mereka atas City? Atau fans City yang akan melakukan ‘gerakan Poznan’? semua akan terjawab minggu nanti di Ettihad Stadium, kandang dari Man City.

 

Ditulis oleh : Arief Hadi Purwono

Komentar (0 Komentar)
Belum Ada Komentar.

Silahkan login atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar

Archive Berita Botoligans