Selamat Datang Di Musim Rumor Transfer Dunia Sepakbola

By Muhammad Rezky Agustyananto, Jumat, 17/05/2013 11:57
86transfer.jpg

Musim sepakbola di Eropa hampir berakhir, dan kita akan memasuki bulan-bulan liburan musim panas.

Liburan musim panas di Eropa berarti menikmati pantai, mendatangi festival di kota-kota besar, dan yang terakhir: menikmati parade rumor dan kehebohan transfer pemain dan pelatih yang dibintangi oleh klub-klub papan atas Eropa. Musim panas adalah waktunya para agen-agen pemain sepakbola bekerja: entah itu membujuk klub tempat kliennya bernaung saat ini agar memberikan kontrak baru dengan kenaikan gaji bagi pemainnya, bernegoisasi dengan klub-klub yang berminat pada sang klien, atau hanya menciptakan rumor-rumor tak jelas agar disantap oleh media yang haus berita, dengan tujuan agar harga jual kliennya naik. Karena jika gaji atau harga jual sang klien naik, tentu persenan yang mereka dapatkan tentu juga akan meningkat. Musim panas adalah musim paling sibuk bagi mereka, apalagi jika berstatus agen top layaknya Mino Raiola.

Musim panas adalah musim di mana kita sebagai penggemar sepakbola Eropa akan kebingungan mengenai mana berita yang benar, mana yang hanya rumor. Karena keduanya memang bercampur aduk menjadi satu, tinggal kita sebagai konsumen yang harus pintar-pintar memilah. Pusing memang. Jika Anda memang senang berita mengenai perpindahan pemain dan juga senang berspekulasi, banjirnya berita dan rumor transfer di musim panas adalah sesuatu yang patut dinikmati. Tetapi jika Anda kurang menyukai rumor-rumor tak jelas yang tak terhitung banyaknya, satu-satunya solusi yang bisa diambil adalah jauhi media sepakbola untuk sementara waktu. Tunggu berita resmi klub saja. Resikonya, Anda akan sering ketinggalan berita, tapi mau bagaimana lagi.

Musim panas ini, seperti musim panas yang lainnya, juga dipastikan akan ramai dengan berita transfer. Bahkan musim masih belum berakhir ketika beragam rumor perpindahan pelatih-pelatih top di Eropa menyeruak. Musim panas ini memang cukup unik karena kali ini, yang paling ramai justru berita mengenai perpindahan pelatih-pelatih di klub-klub besar Eropa.

Yang pertama kali membuat kaget tentu saja berita bahwa Josep Guardiola akan melatih Bayern Munich - musim bahkan baru separuh jalan ketika berita itu diumumkan. Saya ingat, saya sedang minum dan sampai tersedak saat menonton berita tersebut di televisi hotel saat baru tiba di Phnom Penh, Kamboja, Januari lalu. Siapa nyana jika kemudian akhir musim ini halaman-halaman media sepakbola seperti dipenuhi oleh berita dan rumor kepindahan pelatih.

Di Inggris, tiga klub penghuni tiga besar klasemen sementara Premier League saat ini dipastikan akan berganti nahkoda. Sir Alex Ferguson akhirnya meninggalkan Manchester United dalam sebuah upacara perpisahan yang mengharukan di Old Trafford akhir pekan kemarin, dan David Moyes, yang selama ini disekolahkan oleh United di Everton, akan mengambil alih jabatan Fergie mulai Juli nanti. Sang tetangga yang berisik pun akan kedatangan manajer baru musim panas ini setelah mereka memecat Roberto Mancini, orang yang mengakhiri puasa gelar mereka. Pelatih Malaga, Manuel Pellegrini, diyakini akan menjadi penggantinya, meskipun Malaga menyatakan tidak akan melepas sang pelatih.

Sementara Chelsea sejak jauh-jauh hari dipastikan akan berpisah dengan Rafael Benitez, yang baru saja mengejek balik suporter Chelsea dengan gelar Europa League. Nama Jose Mourinho pun sudah berkali-kali dinyanyikan lagi oleh penghuni Stamford Bridge. Frank Lampard sudah menyatakan keinginannya agar The Special One kembali, dan kita bisa menebak bahwa kepindahan ini 90% akan terjadi. Pertanyaannya kemudian: Arsenal kapan?

Saint Iker bisa bernafas lega dan bersiap menyambut musim baru dengan lebih semangat karena Mourinho sudah hampir dipastikan hengkang. Siapa yang akan menjadi pelatih baru Real Madrid? Rumor yang paling kencang saat ini adalah Carlo Ancelotti, meski ada juga rumor yang mengatakan bahwa mereka ingin dilatih oleh Jupp Heynckes, sosok yang membangkitkan kembali Bayern Munich dari koma selama beberapa musim.

Di Italia, rumor pergantian pelatih juga lumayan ramai. Masa depan Antonio Conte sempat dipertanyakan, sementara Walter Mazzarri tak jelas akan bertahan atau hengkang dengan peluang bergabung ke Inter Milan atau AS Roma. Kedua klub itu juga masih belum jelas perihal posisi pelatih mereka di musim depan: kita tahu bahwa sejak tahun baru lalu Andrea Stramaccioni terus dikabarkan akan dipecat, sementara status Aurelio Andreazzoli masih sebagai pelatih sementara.

Meski demikian, bukan berarti rumor transfer pemain tak ramai. Tentu rumor perpindahan pemain masih begitu hiruk: mulai dari spekulasi soal masa depan Wayne Rooney, kabar bergabungnya Radamel Falcao ke AS Monaco, rumor bahwa PSG akan memberikan 18 juta euro per musim kepada Cristiano Ronaldo, sampai isu yang muncul hampir setiap hari: mengenai Neymar ke Barcelona.

Rumor demi rumor memang akan mewarnai musim panas ini di Eropa, dan penggemar sepakbola Eropa seperti kita-kita ini hanya bisa menebak-nebak, mana yang benar mana yang tidak. Nikmati saja, atau kalau sudah tak tahan lagi, tinggal melarikan diri sejenak dari media-media sepakbola. Alokasikan waktu luang Anda yang biasanya dihabiskan dengan membaca berita sepakbola untuk mendengarkan album terbaru Vampire Weekend, menonton video klip terbaru Girls’ Generation di YouTube, membaca buku-buku Haruki Murakami, atau malah berdoa khusyuk agar segera menemukan pasangan yang tepat – kebetulan saya memang melakukan keempatnya.

Ngomong-ngomong, saya penasaran kapan Zlatan Ibrahimovic selesai mengumpulkan nyali untuk datang ke Inggris. Siapa tahu bisa juara liga juga di sana.

Akhir kata, selamat datang di musim rumor transfer dunia sepakbola!

Komentar (0 Komentar)
Belum Ada Komentar.

Silahkan login atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar

Archive Jurnal Botoligans